Back again guys, kali ini pembahasannya adalah konfigurasi DHCP Server pada Windows Server 2012 R2, pasti udah tau kan apa itu DHCP? Ya kalau yang belum tau bisa googling sendiri lah biar gak bingung hehe.

Sebelum kita ke materi, sebaiknya kita install dulu Active Directory Domain Services atau bisa lihat artikel penulis sebelumnya tentang AD DS > klik Active Directory

Pada Server Manager, klik Add roles and features

Kita pilih opsi Role-based or feature-based installation, karena kita akan menginstall DHCP Server di dalam server kita sendiri, selanjutnya klik Next.

Pada bagian Server Selection, kita pilih server kita, lalu klik Next.

Pada bagian Server Roles, kita check atau centang opsi DHCP Server, jika ada prompt Add Features, klik saja. Setelah itu klik Next.

Karena kita hanya menginstall DHCP Server, maka untuk instalasi Features kita biarkan default saja, kita langsung klik Next hingga ke bagian Confirmation, setelah itu kita klik Install untuk memulai instalasi DHCP Server pada server kita.

Setelah service DHCP terinstall, jangan kita close dulu, kita klik dulu Complete DHCP configuration.

Pada bagian awal Description, akan di jelaskan cara untuk melengkapi konfigurasi dari DHCP server kita, klik Next saja.

Pada bagian Authorization, karena kita telah menginstall AD DS, maka kita gunakan credential dari Administrator AD DS, pilih opsi yang paling atas, lalu klik Commit

Nah, berikut ada status summary dari post install configuration, selanjutnya klik Close, dan DHCP Server kita siap di konfigurasi lebih lanjut.

Kembali ke Server Manager, pada bagian kanan klik Tools lalu pilih opsi DHCP

Nah, setelah itu kita expand opsi domain controller kita, lalu pada bagian IPv4 kita klik kanan, lalu pilih opsi New Scope… untuk membuat sebuah scope baru (pool IP Address untuk di berikan ke client kita).

Pada bagian Scope Name, kita isikan nama scope dan descriptionnya sesuai keinginan masing-masing, setelah itu klik Next.

Selanjutnya pada bagian IP Address Range, kita tentukan range IP Address yang nantinya akan di berikan ke client, di sini penulis mencontohkan dengan skenario:

IP Address pertama yang akan di berikan ke client adalah 192.168.1.100
IP Address terakhir atau batas maksimal yang akan di berikan ke client adalah 192.168.1.200
Kemudian Subnet Mask yang akan di gunakan oleh client adalah prefix 24 atau 255.255.255.0

Pada bagian Add Exclusions and Delay adalah untuk menentukan IP Address mana saja yang tidak boleh di berikan kepada client, dan berapa delay yang di tentukan agar server memberikan DHCPOFFER message (baca wikipedia > Dynamic Host Configuration Protocol). Penulis hanya membiarkan value-nya default saja, setelah itu klik Next.

Pada bagian Lease Duration, di sini kita menentukan berapa lama batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Penulis juga membiarkan value-nya default, setelah itu klik Next.

Di bagian Configure DHCP Options, kita akan di tanyai apakah ingin mengatur DHCP Options sekarang atau akan mengaturnya nanti, kita pilih saja yang sekarang, setelah itu klik Next.

Di bagian ini kita isikan Router atau Default Gateway yang akan di berikan kepada client nantinya, isikan IP Address gateway atau cukup isikan IP Address dari DHCP Server kita sendiri, setelah itu klik Add lalu klik Next,

Di bagian ini kita akan mengatur IP DNS Server yang akan di berikan kepada client, jika sebelumnya kita telah menginstall dan mengatur DNS Server pada server kita, biasanya akan otomatis terisi IP Address dan Parent domain-nya, jika tidak ada tinggal isi manual saja, setelah itu klik Next.

Di bagian ini kita diminta untuk mengatur IP Address dari WINS Server, karena sedang tidak di butuhkan, kita cukup klik Next saja tanpa mengatur apapun di bagian ini.

Nah, selanjutnya kita di akan di tanya apakah ingin mengaktifkan langsung scope yang baru kita atur atau kita ingin mengaktifkannya nanti saja, kita pilih saja untuk mengaktifkannya langsung, setelah itu klik Next lalu klik Finish.

Nah, pada bagian IPv4 tadi, akan muncul Scope baru kita dengan nama yang telah kita definisikan sebelumnya.

Untuk pengujian pada client, tekan Windows+R untuk memunculkan jendela dari program Run, setelah itu isikan ncpa.cpl pada bagian Open untuk membuka Network Connections.

Nah, silahkan atur sendiri adapter yang satu network dengan DHCP Server kita, lalu rubah pengaturan IP Addressnya menjadi DHCP, jika berhasil maka di Network Connection Details akan terlihat IP Address yang client dapatkan, IP DNS Servernya, IP Default Gateway-nya, dan IP DHCP Servernya.

 

Nah, sekian pembahasan kali ini tentang konfigurasi DHCP Server pada Windows Server 2012 R2, jika ada yang ingin di tanyakan bisa saja langsung cantumkan di kolom komentar.

 

-Upi

Tags: ,