Back again guys, setelah beberapa hari rehat buat mengembalikan kesehatan otak (apaansih), penulis bakalan lanjut ngebahas tentang windows server, nah kali ini pembahasannya tentang Group Policy, apa sih Group Policy itu? Group Policy adalah sebuah mekanisme untuk mengontrol dan menerapkan pengaturan dari sistem operasi ke seluruh komputer di seluruh jaringan milik kita. Group Policy terdiri dari pengaturan user dan komputer untuk berbagai macam sistem operasi Microsoft Windows, yang implementasi systemnya selama komputer sedang startup dan shutdown dan user nya sedang logoff maupun logon. Kita dapat mengatur satu atau lebih Group Policy Objects (GPO) dan kemudian menggunakan proses yang di sebut “Linking” untuk mengelompokan mereka ke dalam objek AD DS (Active Directory Domain Service) yang lebih spesifik, ketika kita membuat “Link” sebuah GPO ke dalam sebuah container object, maka semua object di dalam container tersebut akan menerima konfigurasi yang kita atur di dalam GPO tersebut.

Rumit ya? hehe, mending langsung saja ke lab nya..

Pertama, kita akan coba membuat sebuah GPO pada domain controller kita, pada Server Manager di bagian kanan atas, klik Tools, lalu pilih opsi Group Policy Management.

Nah, kita expand pada forest kita, kemudian expand tab Domains, dan expand lagi pada domain controller kita, nah pada pada domain ini, kita bisa mengatur GPO di server dan client kita.

Nah, untuk membuat sebuah GPO, kita tinggal klik kanan pada domain controller kita atau kalau ingin lebih spesifik hanya di sebuah OU maka tinggal klik kanan di OU tersebut, lalu pilih opsi Create a GPO in this domain…

Lalu isikan nama dari GPO tersebut, lalu klik OK.

Sekarang di OU kita sudah ada GPO baru yang sudah kita buat tadi.

Nah, ketika kita membuat sebuah GPO baru di OU, itu hanyalah sebuah Link dari GPO yang “sebenarnya”, sedangkan GPO yang asli yang baru kita buat ada di bagian Group Policy Objects. Bagaimana cara membedakannya? Simple, bisa di lihat pada ikon GPO nya, jika ada tanda panah nya maka itu adalah sebuah link dari GPO yang ada di bagian Group Policy Objects, tinggal cari saja nama yang sama dengan link dari GPO tersebut.

Nah, sekarang kita coba untuk membuat menyalin GPO yang baru saja kita buat tadi, pada Group Policy Objects, klik kanan pada GPO yang ingin di salin, setelah itu pilih opsi Copy.

Kemudian, klik kanan pada Group Policy Objects, lalu pilih opsi Paste.

Kita akan gunakan permission yang sama dengan GPO asli yang kita salin, klik OK.

Nah, setelah itu akan muncul file GPO yang baru kita salin tadi.

Kemudian kita rubah nama GPO nya, klik kanan pada GPO baru lalu pilih opsi Rename.

Nah terlihat GPO kita sudah berubah sesuai dengan nama yang kita tentukan.

Sekarang kita coba untuk membuat Link GPO yang baru ke dalam sebuah OU, klik kanan pada OU yang di inginkan lalu pilih opsi Link an Existing GPO…

Kemudian pilih GPO yang ingin di link pada OU tersebut, setelah itu klik OK.

Pada OU yang kita pilih sudah ada link dari GPO baru yang sudah kita buat sebelumnya.

Sekarang kita coba untuk menghapus link GPO yang ada di OU tadi, klik pada bagian OU, lalu klik kanan pada GPO dan pilih opsi Delete.

Pada saat menghapus link GPO, GPO asli yang berada di bagian Group Policy Objects tidak akan terhapus, karena yang kita hapus hanyalah sebuah link dari GPO yang asli.

Nah, sekarang kita coba untuk menghapus GPO yang asli, pada bagian Group Policy Objects pilih GPO yang ingin di hapus, lalu klik kanan dan pilih opsi Delete.

Ketika kita menghapus GPO yang asli, maka seluruh link dari GPO yang ada di domain controller kita akan ikut terhapus juga, jadi lebih hati-hati ya dalam menghapus GPO yang asli hehe.

 

Nah, sekian pembahasan kali ini tentang management Group Policy..

 

-Upi

Tags: ,