Back again guys, kali ini pembahasannya tentang konfigurasi local storage Windows Server 2012 R2, tapi sebelum membahas tentang konfigurasinya, penulis mau menjelaskan dulu tentang memahami pengaturan-pengaturan dari Windows disk.

Partition Styles
Windows Server 2012 R2 mendukung dua hard-disk partition style, Master Boot Record (MBR) partition style dan GUID Partition Table (GPT) partition style, kita bisa pilih salah satu dari tipe partisi tersebut untuk sebuah drive, tapi kita tidak bisa menggunakan kedua tipe partisi tersebut sekaligus pada sebuah drive.
Disk Type
Windows Server 2012 R2 mendukung dua disk type, Basic disk type dan Dynamic disk type. Kita tidak bisa menggunakan kedua tipe disk tersebut dalam satu disk drive, tapi kita bisa mengkombinasikan disk type tersebut pada disk drive yang berbeda pada komputer yang sama.
File Systems
Untuk mengorganisasi dan menaruh data atau program pada sebuah hard drive, kita perlu membuat sebuah file system. File system mendasari sebuah struktur disk drive, di Windows Server 2012 R2 ada lima pilihan file system yang tersedia, yaitu:
NTFS
FAT32
exFAT
FAT (also known as FAT16)
ReFS

Oke langsung ke konfigurasi, pertama buka Server Manager, lalu pada bagian kiri pilih File and Storage Services

Lalu pilih Disk

Karena sebelumnya penulis sudah menambahkan 4 buah harddisk baru pada server, maka terlihat ada 5 buah harddisk pada system, nantinya 4 harddisk yang akan di gunakan untuk pembahasan kali ini.

Oh iya, di gambar terlihat bahwa 4 harddisk yang akan di gunakan masih berstatus offline, maka kita perlu mengaktifkan harddisk-harddisk yang offline tersebut agar bisa di gunakan, caranya dengan klik kanan di salah satu harddisk yang ingin di aktifkan, lalu pilih opsi Bring Online

Setelah itu klik kanan lagi pada disknya, lalu klik opsi Initialize

Selain cara di atas, ada juga cara yang lain dengan menggunakan Disk Management bawaan windows, caranya yaitu tekan Windows+R untuk memunculkan program Run lalu pada kolom Open, masukkan command diskmgmt.msc

Setelah itu akan muncul program Disk Management

Kemudian klik kanan di salah satu disk yang ingin di aktifkan lalu pilih Online, lakukan pada semua harddisk yang ingin di aktifkanLalu klik kanan lagi pada disknya dan pilih opsi Initialize Disk
Pada jendela Initialize Disk, tidak seperti pada Server Manager sebelumnya, dengan program Disk Management kita bisa menentukan partition style yang kita inginkan (walaupun penulis tetap memilih GPT hehe), setelah itu klik OK

Nah, kemudian kita akan membuat sebuah simple volume baru agar bisa di gunakan untuk meletakan data atau program, caranya klik kanan pada salah satu disk yang ingin di jadikan simple volume, lalu pilih opsi New Simple Volume… dan klik Next dua kali.

Pada bagian ini kita tentukan drive letter, tinggal atur sesuai keinginan saja, kemudian klik Next.

Kemudian kita bisa mengatur file system dan volume label untuk disk yang kita buat menjadi simple volume, kemudian klik Next dan klik Finish.

Pada Windows Explorer, terlihat volume disk yang sudah kita buat sebelumnya.

Pada Server Manager juga terlihat simple volume kita sudah muncul

Nah, kita sudah menggunakan 1 dari 4 harddisk yang ada, kemudian kita akan membuat sebuah storage pool, apa itu storage pool? Storage Pool terdiri atas berbagai macam physical disks. Disk tersebut bisa berasal dari tipe media penyimpanan yang berbeda beda USB, SATA, SAS dan lain-lain.
Langsung saja, pada Server Manager pilih File and Storage Services, lalu pilih Storage Pools, kemudian pada bagian kanan klik Task lalu klik New Storage Pool

Pada bagian Storage Pool Name, isikan nama dari storage pool kita dan descriptionnya (optional), lalu klik Next.


Kemudian kita pilih physical disk yang akan di masukkan ke dalam pool kita, karena kita ingin menggunakan sisa dari 4 disk kita, maka kita pilih saja semuanya, kemudian klik Next, lalu klik Create.

Terlihat storage pool kita yang kita buat sudah muncul di Server Manager.

Kemudian kita akan membuat sebuah Virtual Disk yang nantinya akan di buat menjadi Mirror Volume, apa itu Mirror volume, mirror volume itu adalah teknologi yang terdiri dari 2 atau lebih disk untuk mengantisipasi kegagalan harddisk dengan cara menduplikasi/mirror semua disk yang di mirror (menurut penulis hehe) atau bahasa lain yang digunakan oleh windows storage yang artinya sama dengan RAID 1. Striping dengan menduplikasi data ke disk lainnya untuk melakukan proteksi data dari kerusakan satu unit hard disk. Selanjutnya pilih opsi New Virtual Disk…


pada Virtual Disk Name, kita atur nama dari virtual disk kita dan berikan descriptionnya (optional), lalu klik Next.

Kemudian pada Storage Layout, kita pilih Mirror karena kita akan membuat sebuah mirror volume, disitu juga ada penjelasan dari descriptionnya tentang Mirror, setelah itu klik Next lagi.


Nah pada bagian provisioning kita akan menemukan pertanyaan tipe provisioning yang akan di gunakan yaitu :

  • Thin Provisioning
    Optimalisasi penggunaan ketersediaan kapasitas storage pada storage pool.
    Contoh : Pada storage pool kita memiliki kapasitas storage 2TB, kemudian storage tersebut kita gunakan untuk menyimpan data sebesar 200GB, maka sisa data adalah 1,8TB tetap bisa kita gunakan kembali dengan membuat virtual disk yang baru. Thin provisioning memberikan flexibilitas dan optimalisasi yang lebih baik.
  • Fixed Provisioning
    Kita hanya mendapatkan space yang telah configurasi pertama kali. Jika Virtual Disk yang kita buat 2TB maka storage pool tersebut tidak dapat dipergunakan kembali untuk virtual disk lain. Namun penggunaan fixed provisioning memiliki performa yang lebih baik dari Thin Provisioning.

Disini penulis menggunakan Thin Provisioning, selanjutnya klik Next.

Kemudian kita atur size dari virtual disk kita, bisa di atur sesuai keinginan asal tidak melebihi kapasitas maksimum dari storage pool kita, lalu klik Next, lalu klik Create.

Setelah kita klik Create, maka akan muncul otomatis New Volume Wizard, kita pilih Disk yang akan kita buat, lalu klik Next

Kemudian, sama seperti pembuatan simple volume, kita atur Drive letter sesuai dengan keinginan masing-masing, lalu klik Next.

Selanjutnya kita atur file system dari disk kita dan juga atur volume label nya, lalu klik Next dan klik Create dan tunggu proses pembuatan volumenya sampai selesai.

Ketika sudah selesai, kita bisa cek pada Server Manager apakah volume yang kita buat sudah muncul atau belum, contoh:

Kita juga bisa cek di Windows Explorer untuk melihat apakah volume disk yang kita buat sudah muncul atau belum, contoh:

Nah, sekarang kita bisa meletakan file atau program yang kita miliki di volume disk yang telah kita buat.

 

Sekian pembahasan kali ini tentang konfigurasi local storage pada Windows Server 2012 R2, lumayan panjang ya? Hehe

 

-Upi

Tags: ,